Popular Posts
Renungan Kehidupan
Lihat lah vedio di bawah ini yang mengambarkan sebuah perjalan kehidupan seseorang dari masa kecil sampai dewasa dari berusaha sampai berhasil kemudian gagal lalu bangkit lagi karena sebuah renungan perjalanan kehidupan, mungkin orang itu adalah kita...
Perumpamaan Hp dan TV Bagai Selingkuhan dan Istri
ISTERI itu ibarat TV, dan,
SELINGKUHAN itu ibarat HP.
Di rumah nonton TV, jalan2 bawa HP.
Tdk ada uang, nonton TV.
Banyak uang cari HP yg baru.
TV gak butuh pengeluaran...
Tp HP klo gak diisi pulsa ya gak bisa dipake..
TV bentuknya besar, gendut dan agak tua dikit...
Tapi HP biasanya imut, desain bagus dan enak dibawa ke mana2
Biaya operasional TV murah...
Tapi HP mahal banget,,
TV gak bisa disembunyikan.. .
HP kan bisa...
Acara TV bisa bosan...
Tapi HP gak kan...
Nonton TV biasanya dari satu sisi...
Tapi hp bisa dibolak-balik 360 derajat,,,
Tapi awasssss....!!! !!!!
HP jangan ditaro di dekat TV , bisa error dan meledak..
Cara Mengatasi Marah Ala Rasulullah
Marah
itu bagaikan api yang tersembunyi di dalam hati seperti bara dibawah batu,
Orang yang suka marah pasti tidak ada orang yang menyukai, marah yang berlebihan
juga mengakibatkan banyak kerugian dari segi apa pun baik itu sigi sosial,
bisnis, bahkan kesehatan jiwa dan raga karena marah adalah sumber dari segala keburukkan.
Tidak
heran klo orang yang suka marah disebut orang gila, dijahui oleh orang karena
takut dengan kemarahannya bukan Cuma dijauhi oleh orang, rezeki juga takut sama
orang yang suka marah bahkan menurut dokter orang yang suka marah mudah terkena
serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh detak
jantung manusia yang terus meningkat ketika marah sehingga jumlah darah yang
diangkut oleh jantung pun semakin meningkat karena jantung mengartikan hal
tersebut sebagai ekstra keras (beban).
Akibat marah yang begitu banyak
merugikan, Rasulullah SAW pernah memberikan Bimbingan Konseling Islami kepada
seorang laki-laki,
Dari
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah
wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah engkau marah”. Maka
diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau marah”.(HR. al-Bukhari)
Dari
Ibnu Mas’ud, Nabi SAW. Bersabda, “Apakah
orang yang kuat itu menurut kalian ?” Kami menjawab, “Orang yang tidak dapat dijatuhkan oleh orang lain di waktu bergulat”
Nabi SAW, menjawab, “Bukan begitu, tetapi
orang yang dapat menguasai dirinya di waktu marah”.
Bagaimana
caranya Rasulullah memberi kita nasehat agar kita dapat menguasai diri di waktu
marah, ada beberapa steep menurut yang saya susun pertama adalah :
1.Diam
Jika engkau marah, diamlah (H.R al-Bukhari dalam Adabul Mufrad,
dishahihkan Syaikh al-Albany).
2.Mengucapkan ta’awwudz: A’udzu
billaahi minasysyaithoonir rojiim.
Nabi
pernah melihat dua orang bertikai dan saling mencela, sehingga timbul kemarahan
dari salah satunya.Kemudian Nabi menyatakan:Aku
sungguh tahu suatu kalimat yang bisa
menghilangkan (perasaan marahnya):A’udzu billaahi minasysyaithoonir rojiim (H.R al-Bukhari dan Muslim).
3.Mengingat ganjaran menahan marah
Al
Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Anas Al Juba’i , bahwa Rasulullah Saw
bersabda : “Barangsiapa yang mampu
menahan marahnya padahal dia mampu menyalurkannya, maka Allah menyeru pada hari
kiamat dari atas khalayak makhluk sampai disuruh memilih bidadari mana yang
mereka mau.” (HR. Ahmad dengan sanad
hasan).
4.Merubah posisi dari berdiri
menjadi duduk
“Ketika salah satu kalian marah
dalam keadaan berdiri maka hendaklah duduk, maka hilang marah-marahnya. Dan
jika tidak hilang maka hendaklah berbaring”. (HR. Abu dawud).
5.Berwudhu
Dan
yang terakhir adalah berwudhu sebagaimana sabda Rasulullah “Sesungguhnya marah-marah dari Setan, dan sesungguhnya setan diciptakan
dari api, dan sesungguhnya api dimatikan dengan air. Maka ketika salah satu
kalian marah-marah maka hendaklah berwudhu” (HR. Abu Dawud).
Semoga
setelah membaca artikel ini kita bisa mengendalikan marah dengan tips Bimbingan
Konseling Ala Rasulullah.
100% Lucu
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, banyak beberapa caleg yang membuat
spanduk mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. tapi ada keganjalan
di dua spanduk caleg ini.
cek aja gambarnya gan
Puasa kan dimulai tanggal 1 Ramadhan, itu di spanduknya tertulis 1 Syawal. Pinter banget emang
[ sumber ]
sumber:http://www.addgue.com/2013/07/ini-dia-caleg-terpintar-masuk-dijamin.html
Tidak heran klo negara ini banyak permesalahan dan kesalahan karena bikin spanduk aja salah apa lagi mengurusi tugas kenegaraan
cek aja gambarnya gan

[ sumber ]
sumber:http://www.addgue.com/2013/07/ini-dia-caleg-terpintar-masuk-dijamin.html
Tidak heran klo negara ini banyak permesalahan dan kesalahan karena bikin spanduk aja salah apa lagi mengurusi tugas kenegaraan
Seni Kreatif Untuk Mengisi Jawaban yang Terlampau Susah
Banyak Guru yang hanya menilai dan merespon jawaban yang salah secara negatif, jika mereka mau melihat sisi positifnya pasti mereka akan tertawa melihat aksi kreatif muridnya saat kehabisan akal untuk mengisi jawaban, di bawah ini ada beberapa seni kreatif untuk mengisi jawaban yang soalnya terlampau susah, Cekidot dot dot :D
Kreatif
Jawaban Ngaco
Yang jawab mungkin sedang marah, padahal ini soal untuk anak TK
Sepertinya ini ujian untuk masuk RSJ
Gajah terbang
Cerdas banget ni yang jawab
'Who was Adlof Hitler ?'
Pacman..haha
Imajinasi tinggi
Bunuh diri

Nah bagaimana menurut kalian setelah melihat jawaban kreatif di atas apa kh mereka orang bodoh atw orang Kreatif...?
Pesan saya cuma 1 meskipun agak sesat sedikit heee "dari pada jawaban kosong mending di isi secara kreatif, unik tp sebelum mengisi secara kreatif suruh dulu guru anda baca artikel di blog ini biar dia bisa memaklumi heeeheheehe :D"
Kreatif
Jawaban Ngaco
Yang jawab mungkin sedang marah, padahal ini soal untuk anak TK
Sepertinya ini ujian untuk masuk RSJ
Gajah terbang
Cerdas banget ni yang jawab
'Who was Adlof Hitler ?'
Pacman..haha
Imajinasi tinggi
Bunuh diri

Nah bagaimana menurut kalian setelah melihat jawaban kreatif di atas apa kh mereka orang bodoh atw orang Kreatif...?
Pesan saya cuma 1 meskipun agak sesat sedikit heee "dari pada jawaban kosong mending di isi secara kreatif, unik tp sebelum mengisi secara kreatif suruh dulu guru anda baca artikel di blog ini biar dia bisa memaklumi heeeheheehe :D"
Soekarno Sosok Pemimpin Sakti
Soekarno memang karismatik dan pintar, namun faktor utama mengapa ia sangat disegani di dunia bukanlah semata karena itu.
Ada sekian banyak pemimpin pintar dan karismatik di dunia kala itu, namun tak serta merta mendapatkan penerimaan yang istimewa seperti Soekarno.
Salah satu faktor utama mengapa ia sangat disegani adalah karena ia dengan sekuat upaya memproteksi Indonesia dari intervensi pengelolaan pihak asing terhadap kekayaan bumi Indonesia.

Para pihak asing yang ingin "meminang" ibu pertiwi yang kala itu "masih perawan", menghadapi Soekarno bagaikan menghadapi calon mertua yang tegas dan sulit kompromi.
Mereka memasang muka seramah mungkin dan bersikap sehormat mungkin dalam rangka mencari simpati Soekarno; segala hal ditawarkan, dari mulai bingkisan, oleh-oleh, bahkan mungkin cheque, deposito dan lifetime saving -semuanya adalah untuk mencari simpatik agar Soekarno mengijinkan mereka mengawini ibu pertiwi dan menggagahi keperawanannya bahkan kehormatannya.(Terutama) Negara-negara kapitalis tahu betul, seperti juga Soekarno yang sangat tahu, TST lah pokoknya; Indonesia memiliki kekayaan yang luarbiasa, yang jauh daripada yang umum ketahui dan bayangkan.
Bahkan jauh lebih kaya daripada yang pernah dibayangkan manusia.Beberapa orang mencemooh pembangunan Stadion dan Monas (emas) saat itu sebagai pemborosan biaya Negara;Soekarno tahu, Indonesia, jika dikelola dengan benar, bisa membuat ratusan Monas dan puluhan stadion lainnya tanpa harus khawatir membuat pengurangan yang berarti terhadap kekayaan Negara.
Dengan segala cara, akhirnya mereka menemukan jalan: menggunakan kekuatan dalam untuk menghancurkan posisi Soekarno. Singkat kata, mereka berhasil menggunakan Soeharto untuk mendongkel Soekarno dari tongkat kekuasaan.
Cara ini membuka jalan yang lebar bagi mereka untuk mulai menggagahi ibu pertiwi sedikit demi sedikit namun sangat sistematis. Ibu pertiwi tidak lagi berada pada tangan perwalian yang ekstra protektif seperti Soekarno.
Wali pertiwi setelah Soekarno, beserta para kroni-kroninya sungguh tergila-gila akan berbagai macam insentif yang diberikan pihak asing untuk dapat mengawini ibu pertiwi dan mengekspoitirnya.Mulai sejak saat itu, tak ada lagi respek dan segan yang dulu kita dapatkan.
Tak ada urgensinya mereka bersikap sopan dan ramah lagi terhadap “mertua yang anaknya sudah mereka eksploitasi kecantikan dan keperawanannya”. Bahkan mertuanya pun makin lama juga makin tak berdaya.Saat ini kita memang memiliki tanah, namun bukan kandungan kekayaannya. Memiliki air, namun bukan profitnya (ingat Danone –Aqua, dan Thames –PAM; juga pencurian ikan dll. di lautan), serta dan hutan. Bahkan angkasapun sepertinya kita sudah tak memiliki otoritas terhadapnya.
Rakyat jelata sekarang sudah dipilah oleh bilah etalase terhadap kekayaan negaranya sendiri.Jika Negara ini adalah sapi yang sehat dan gemuk, rakyat hanyalah kutu kecil di kulit badannya. Sebagian banyak dari kita hanyalah mengontrak di rumah orang tua sendiri.Presiden-presiden selanjutnya sudah tidak bisa berbuat banyak.
Kekuatan asing di Negara kita, secara politik-ekonomis, sudah terlalu mengakar kuat. Kita hanya memiliki body-nya, mesin dan sistemnya sudah terkendalikan secara remote dari luar. Kita hanya ribet berkutat pada persoalan-persoalan superficial dan non-esensial.
Patung bekasi, lah, haram rebonding lah, Ariel-Luna, lah, dll.Kita sudah lama mengalami pengebirian otak dan hati. Kita sudah nyaris lupa jati diri dan esensi berbangsa dan bernegara.Kita sudah menjadi spesies manusia baru; DNA yang mengandung unsur “eling”-nya sudah dimodifikasi oleh berbagai faktor eksternal yang berkepentingan.
Soekarno “sakti” karena paling tidak satu hal: Ia memegang amanat leluhur Nusantara dengan segala daya dan upaya untuk menjaga, melindungi dan memajukan bangsa dan negaranya.
Ada sekian banyak pemimpin pintar dan karismatik di dunia kala itu, namun tak serta merta mendapatkan penerimaan yang istimewa seperti Soekarno.
Salah satu faktor utama mengapa ia sangat disegani adalah karena ia dengan sekuat upaya memproteksi Indonesia dari intervensi pengelolaan pihak asing terhadap kekayaan bumi Indonesia.

Para pihak asing yang ingin "meminang" ibu pertiwi yang kala itu "masih perawan", menghadapi Soekarno bagaikan menghadapi calon mertua yang tegas dan sulit kompromi.
Mereka memasang muka seramah mungkin dan bersikap sehormat mungkin dalam rangka mencari simpati Soekarno; segala hal ditawarkan, dari mulai bingkisan, oleh-oleh, bahkan mungkin cheque, deposito dan lifetime saving -semuanya adalah untuk mencari simpatik agar Soekarno mengijinkan mereka mengawini ibu pertiwi dan menggagahi keperawanannya bahkan kehormatannya.(Terutama) Negara-negara kapitalis tahu betul, seperti juga Soekarno yang sangat tahu, TST lah pokoknya; Indonesia memiliki kekayaan yang luarbiasa, yang jauh daripada yang umum ketahui dan bayangkan.
Bahkan jauh lebih kaya daripada yang pernah dibayangkan manusia.Beberapa orang mencemooh pembangunan Stadion dan Monas (emas) saat itu sebagai pemborosan biaya Negara;Soekarno tahu, Indonesia, jika dikelola dengan benar, bisa membuat ratusan Monas dan puluhan stadion lainnya tanpa harus khawatir membuat pengurangan yang berarti terhadap kekayaan Negara.
Dengan segala cara, akhirnya mereka menemukan jalan: menggunakan kekuatan dalam untuk menghancurkan posisi Soekarno. Singkat kata, mereka berhasil menggunakan Soeharto untuk mendongkel Soekarno dari tongkat kekuasaan.
Cara ini membuka jalan yang lebar bagi mereka untuk mulai menggagahi ibu pertiwi sedikit demi sedikit namun sangat sistematis. Ibu pertiwi tidak lagi berada pada tangan perwalian yang ekstra protektif seperti Soekarno.
Wali pertiwi setelah Soekarno, beserta para kroni-kroninya sungguh tergila-gila akan berbagai macam insentif yang diberikan pihak asing untuk dapat mengawini ibu pertiwi dan mengekspoitirnya.Mulai sejak saat itu, tak ada lagi respek dan segan yang dulu kita dapatkan.
Tak ada urgensinya mereka bersikap sopan dan ramah lagi terhadap “mertua yang anaknya sudah mereka eksploitasi kecantikan dan keperawanannya”. Bahkan mertuanya pun makin lama juga makin tak berdaya.Saat ini kita memang memiliki tanah, namun bukan kandungan kekayaannya. Memiliki air, namun bukan profitnya (ingat Danone –Aqua, dan Thames –PAM; juga pencurian ikan dll. di lautan), serta dan hutan. Bahkan angkasapun sepertinya kita sudah tak memiliki otoritas terhadapnya.
Rakyat jelata sekarang sudah dipilah oleh bilah etalase terhadap kekayaan negaranya sendiri.Jika Negara ini adalah sapi yang sehat dan gemuk, rakyat hanyalah kutu kecil di kulit badannya. Sebagian banyak dari kita hanyalah mengontrak di rumah orang tua sendiri.Presiden-presiden selanjutnya sudah tidak bisa berbuat banyak.
Kekuatan asing di Negara kita, secara politik-ekonomis, sudah terlalu mengakar kuat. Kita hanya memiliki body-nya, mesin dan sistemnya sudah terkendalikan secara remote dari luar. Kita hanya ribet berkutat pada persoalan-persoalan superficial dan non-esensial.
Patung bekasi, lah, haram rebonding lah, Ariel-Luna, lah, dll.Kita sudah lama mengalami pengebirian otak dan hati. Kita sudah nyaris lupa jati diri dan esensi berbangsa dan bernegara.Kita sudah menjadi spesies manusia baru; DNA yang mengandung unsur “eling”-nya sudah dimodifikasi oleh berbagai faktor eksternal yang berkepentingan.
Soekarno “sakti” karena paling tidak satu hal: Ia memegang amanat leluhur Nusantara dengan segala daya dan upaya untuk menjaga, melindungi dan memajukan bangsa dan negaranya.



