Popular Posts

6 Kekuatan Manusia



 Sahabat Ichiro....
Kita akan belajar 6 kekutan manusia Sebenarnya masih banyak kekuatan yang kita miliki namun tidak kita sadari, Tuhan menciptakan kita tidak mungkin membiarkan kita begitu saja tanpa membekali kekutan apa-apa...
 
1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)


Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai.

Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)



Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti kekuatan dan kelemahan dalam diri, peluang di sekitar kita, sehingga lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya.

Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.


3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)



Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan.

Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita.

Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)



Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan.

Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)



Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik.

Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)




Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita.

Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.

Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya.

Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini.

Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.


 


Read More Add your Comment 0 komentar


The Power of Dreams





Saat kita terbangun di pagi yang cerah terdapat dua pilihan yang harus kita pilih, yaitu melanjutkan mimpi indah kita ATAU membuat impian kita menjadi kenyataan yang indah. Kebanyakan orang hanya menganggap mimpi adalah suatu hal yang sepele dan hanyalah khayalan semata. Seharusnya mimpi yang kita punya jangan hanya dijadikan sebuah khayalan saja, tapi jadikan juga sesuatu tujuan (goal) yang ingin kita raih dan kita idam-idamkan untuk menjadi kenyataan di masa depan atau bisa kita sebut dengan IMPIAN.

Kita harus mengubah mimpi kita menjadi impian, karena apabila menjadi sebuah impian kita bertekad dengan sungguh-sungguh dalam menggapainya.

Tapi perlu diketahui bahwa mimpi yang sudah menjadi impian pun tidak ada artinya apabila tidak ada usaha untuk merealisasikannya menjadi kenyataan. Bangunlah dari tidur kita lalu capai dan raihlah impian kita! Saya pernah mendengar kata yang sangat menginspirasi dari film Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yaitu,

Bukanlah seberapa besar mimpi Anda, tapi seberapa besar Anda untuk mimpi Anda.”

Seringkali kita dengar, “Kalau mimpi jangan tinggi-tinggi ‘Bro! Kalau jatuh nanti sakit!” Banyak orang yang tidak berani bermimpi dan memiliki impian tinggi karena kalau jatuh sakit. Sebenarnya tidak ada salahnya memiliki mimpi setinggi mungkin, asal kita bisa mengubahnya menjadi sebuah impian dan punya komitmen yang kuat dalam menggapainya.

Banyak orang yang bermimpi setinggi mungkin tapi tidak menjadikannya sebuah impian, sehingga mimpi tersebut hanyalah menjadi angan-angan belaka. Ada juga yang sudah punya impian tapi tidak punya komitmen yang kuat, sehingga saat ada 1 orang saja meremehkannya malah langsung 3D (Drop, Down, Desperate) padahal ia tidak menyadari ada 100 orang yang mendukung mimpinya. Percayalah saat 1 pintu tertutup, masih ada 100 pintu terbuka. Hanya saja terkadang kita sudah 3D dulu sebelum menemukan 100 pintu terbuka itu. Saat kita punya komitmen, jatuh dari impian setinggi apapun hanya terasa seperti tersandung batu kerikil.

Simak kisah nyata dari Kolonel Sanders! Impiannya untuk membangun suatu restoran dengan konsep franchiseditolak oleh ribuan orang, dan pada orang ke-1007 barulah mimpinya diterima. Teman-teman, bayangkan komitmen dari Kolonel Sanders begitu kuat! Jatuh-bangkit sampai ribuan kali pun ia tetap memiliki komitmen sekeras baja. Maka dari itu, bermimpilah lalu ubahlah menjadi sebuah impian dan berkomitmenlah pada impian kita tersebut.

Semua orang-orang sukses di dunia tidak akan pernah sukses tanpa punya mimpi di awal karirnya. Karena saat kita bertekad untuk mau menjadi orang sukses, yang PALING penting itu bukanlah berani gagal, take action, bangkit setelah jatuh, mental baja. Bagaimana kita mau melakukan itu semua kalau mimpi dan tujuan belum ada? Maka yang paling penting, pertama kali, adalah PUNYA MIMPI. Tanpa adanya mimpi dan impian dari Thomas Alva Edison, Wright bersaudara, Graham Bell dan Albert Einstein sekarang manusia di bumi mungkin tidak mengenal yang namanya lampu bohlam, pesawat terbang, telepon dan teori relativitas. Itu mengatakan bahwa segala sesuatu berawal dari mimpi.

Pernahkah suatu kali impian kita diremehkan orang lain? Tapi percayalah bahwa orang yang berkata seperti itu tidak pernah bermimpi, makanya hidupnya ‘gitu-gitu aja’. Dunia mimpi adalah dunianya orang sukses! Saya sangat percaya akan hal itu. Tapi saat kita memiliki impian, jangan setengah-setengah, jangan tanggung-tanggung!

Semoga impian Anda, saya, dan kita semua yang sedang membaca artikel ini menjadi kenyataan. Apapun mimpi kita jadikanlah sebuah impian dan percayalah kalau impian adalah awal dari kesuksesan kita semua. Seperti dalam lirik lagu Laskar Pelangi, “Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia”. Selamat bermimpi para pemimpi!

Knowledge is POWER, but DREAM is a SUPER POWER!”


Read More Add your Comment 1 komentar


QUANTUM SUCCESS POWER



 

Rahasia sukses sesungguhnya sederhana.
sukses adalah tindakan.
Karena sukses adalah perjalanan
bukanlah tempat tujuan.

Jadi sukses adalah sebuah ACTION.
Apa yang memicu TINDAKAN ?
Jawabannya adalah PIKIRAN.
Ya .. 
Pikiran memicu PERKATAAN dan 
pikiran memicu TINDAKAN.

Bagaimana untuk bisa sukses jangka panjang?
Rahasianya adalah KEBIASAAN.

Jika anda memikirkan yang buruk dan negatif apa yang terjadi?
Tindakan saya akan buruk dan negatif. Jika ini terus berlangsung akhirnya akan terbentuk kebiasaan. Kebiasaan apa yang dihasilkan oleh mengulang tindakan buruk?
Ya betul… Kebiasaan BURUK yang akan menghasilkan kegagalan.

Bagaimana jika saya memikirkan pikiran baik dan positif?
Tindakan saya akan baik dan positif. Jika ini terus berlangsung akhirnya akan membentuk kebiasaan apa?
Ya .. kebiasaan BAIK yang akan menciptakan kesuksesan.

Jadi sederhananya sukses dan gagal adalah buah dari kebiasaan.
Dan kebiasaan adalah buah dari tindakan.
Tindakan adalah buah dari pikiran.

"BENANG MERAH KEHIDUPAN"
Coba bayangkan ada seutas benang merah yang menjuntai dan ujung-ujungnya terikat satu pada pohon beringin dan satunya lagi ke pohon kamboja.

Benang itu bisa saja terikat dengan tegang, sedikit menjuntai seperti kabel listrik dijalan-jalan, atau bahkan semerawut mengulung disana sini.

Tetapi yang pasti kedua ujungnya tetap dan pasti. Itulah kehidupan kita, kedua ujungnya pasti.

Lahir dan Mati.
Kelahiran dan kematian.
Tapi menjalankan hal diantaranya itulah yang membedakan satu orang dengan orang lain.

"Just living is not enough. One must have sunshine, freedom, and a little flower"
-Hans Christian Andersen

“Manusia biasa tidak akan berubah dari tabiatnya. Dia tidak akan meninggalkan berbagai kebiasaan yang disukai kecuali dengan latihan yang keras dan pengobatan yang terus-menerus. Maka barangsiapa yang tidak membiasakan jiwanya untuk menerima kebenaran, dia membutuhkan latihan dan pendidikan sehingga jiwanya mencintai al-haq (kebenaran) dan tunduk kepadanya.” (Al-Imam Al-Khaththabi : A’lamul Hadits, 1/218)


Read More Add your Comment 0 komentar


Mendadak Sakti, The Power Of Kepepet 2





“Masalah sudah pasti muncul. Bagaimana kemampuan Anda untuk mengatasinya dan belajar dari masalah itu agar tidak mengulanginya. Hal itu yang akan membawa Anda menjadi Manusia yang SAKTI, Sukses, Kaya, & Berarti”

Ungkapan itulah yang diucapkan Michael Dell, mengenang perjalanan kariernya hingga mencapai sukses sebagai CEO Dell Inc. Dell yang dikenal sebagai pekerja keras sejak kecil selalu belajar mengatasi masalah. Dia berusaha keras mencari jalan keluar dan akhirnya sukses.

Posisi yang diraihnya saat ini bukan diterima begitu saja. Pencapaian itu didapat melalui keringat dan kerja keras. Dell bukanlah anak keluarga miskin. Ibunya adalah seorang pialang saham, dan ayahnya seorang dokter gigi. Karena itu, tidak heran jika ayahnya menginginkan Dell kuliah di bidang kesehatan.

Namun, Dell lebih suka dengan bidang komputer. Hal ini ditunjukkan saat berusia tujuh tahun ketika dia membeli kalkulator pertamanya. Pria kelahiran 23 Februari 1965 ini kemudian mendapatkan mesin teletype saat masih duduk di bangku SMP. Lalu, mesin itu dia program setelah pulang sekolah.

Saat berusia 12 tahun, pria bernama lahir Michael Saul Dell ini bekerja sebagai tukang cuci piring di restoran China di Houston, Texas. Dell menerima upah USD2,30 per jam. Pendapatan yang diterima itu dia kumpulkan untuk membeli prangko. Dell kecil gemar mengoleksi prangko.

Dari kegemarannya ini pula, dia mendapat uang pertamanya sebesar USD1.000 setelah menjual seluruh koleksinya. Dalam usianya yang masih belia, Dell kerap bergonta-ganti pekerjaan mulai menjadi bus boy, bekerja sebagai karyawan di toko prangko dan koin langka, hingga menjadi penjual koran yang menyediakan layanan pemesanan lewat telepon.

Namun, ketertarikan Dell dunia komputer semakin terpatri saat berusia 15 tahun. Setelah bermain dengan komputer di Radio Shack, dia memiliki komputer pertamanya, sebuah Apple II, yang segera dibongkar untuk melihat cara kerjanya. Dell kemudian mencoba merakit kembali komputer yang dibongkarnya.

Dia pun berhasil. Setelah itu, keinginannya pada dunia komputer semakin kuat. Saat berusia 18 tahun, Dell alih profesi. Dia bekerja mencari pelanggan untuk Houston Post. Dell yang saat itu masih sekolah menengah atas menerima gaji sebesar USD18.000 per tahun.

Dell mulai berbisnis komputer pada 1984 saat berusia 19 tahun dan masih menjadi mahasiswa di Universitas Texas, Austin. Dell kuliah dengan harapan menjadi dokter. Namun, ambisi itu dia tinggalkan dan memulai usaha sendiri, jual beli komputer dengan bendera “PC’s Limited” yang dilakukan dari asrama universitas.

Saat itu modal Dell hanya USD1.000 dari hasil penjualan koleksi prangkonya. “Ketika saya mendirikan Dell pada 1984, didasarkan pada premis bahwa Anda bisa menjual komputer langsung kepada pelanggan dengan disesuaikan keinginan mereka. Harganya lebih murah daripada pasar. Itu sudut pandang radikal,” ujar Dell seperti dilansir First Job Institute.

Usaha yang dijalaninya tidak lazim. PC’s Limited memungkinkan pelanggan menyesuaikan komputer mereka sesuai spesifikasi yang diinginkan. Harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibanding harga pasar. Hal ini bisa dimaklumi mengingat PC’s Limited tidak memiliki toko dan tidak perlu membayar perantara.

Semua komputer dijual langsung kepada pelanggan dengan menggunakan formulir pemesanan. “Di Dell, kami terus mengevaluasi bisnis untuk mengetahui bagaimana memperbaiki dan sering kali kami melakukan pendekatan kepada konsumen dengan cara yang sama sekali berbeda,” tukas Dell.

Interaksi langsung dengan konsumen ternyata dapat dijadikan satu langkah efektif, sehingga PC’s Limited diterima baik di masyarakat. Respons ini membuat Dell kewalahan dalam membagi waktu bisnis dan kuliah. Dia pun memutuskan berhenti kuliah dan lebih fokus menjalankan bisnis yang telah dia rintis.

Melihat besarnya antusiasme dari masyarakat membuat Dell melebarkan sayap perusahaannya dengan memproduksi komputer pertama yang diberi nama PC Turbo. Sistem pemasaran dilakukan melalui berbagai majalah komputer dengan menyediakan spesifikasi yang dapat dipilih konsumen.

Cara ini membuat PC’s Limited dapat meraih pendapat kotor sebesar USD73 juta di tahun pertamanya dan menempatkan diri sebagai satu-satunya perusahaan yang sukses dengan sistem pemasaran seperti itu. Lalu pada 1988, PC’s Limited berganti nama menjadi Dell Computer Corporation.

Pada saat itu pula, Dell mulai melakukan sistem layanan di tempat. Pada 1992, kesuksesan Dell menjalankan usaha berhasil membuatnya dinobatkan sebagai CEO termuda dalam sejarah dunia yang memiliki perusahaan besar dan masuk dalam daftar 500 perusahaan top versi majalah Fortune (Fortune 500).

Saat itu Dell berusia 27 tahun. Kemudian pada 2003, Dell Computer Corporation berganti nama menjadi Dell Inc. “Ketika saya memulai perusahaan, sangat banyak ide di luar kebiasaan bisnis konvensional. Jika ada orang yang mengatakan bahwa hal itu tidak akan bisa berhasil, saya tidak benar-benar mendengarkan mereka,” ujarnya.

Pada 2004, Dell mengundurkan diri sebagai CEO dan dia memilih duduk di dewan direksi. Tetapi untuk menyelamatkan perusahaan dari keterpurukan, pada 2007 Dell kembali menjadi CEO, menggantikan Kevin Rolling. Berkat keahlian dan berbagai inovasi yang dilakukannya, produk Dell Inc mengalami banyak perkembangan.

Bukan hanya menjual komputer pribadi (PC), saat ini Dell Inc juga menyediakan layanan penjualan berbagai produk berbasis teknologi informasi seperti laptop, server, media penyimpanan (storage), printer, PDA, MP3, kamera, televisi. Kepiawaian Dell dalam berbisnis tidak perlu diragukan lagi.

Hal ini terbukti dari keberhasilannya menjadikan Dell Inc sebagai salah satu perusahaan komputer terkemuka di dunia, hingga berhasil menduduki peringkat 41 dalam daftar 500 Fortune Companies 2011. Tak hanya itu, Dell juga sukses meraih predikat sebagai salah satu orang terkaya di dunia versi majalah Forbes pada 2011, dengan total kekayaan bersih mencapai USD15 miliar.

SKALA KESAKTIAN
Meminjam istilah dalam teori manajemen, kemampuan seseorang dalam menghadapi problem itu ada skalanya. Skala ini bisa dijelaskan sebagai berikut :
  • Skala nol (0) : Kita menjadi orang yang lebih lemah, lebih buruk, lebih gelap dan lebih rusak akibat problem yang menimpa dalam kurun waktu yang cukup lama. Tidak ada pengetahuan, pengalaman dan pencerahan baru yang kita dapatkan dari problem itu.
  • Skala satu (1) : Kita memang merasakan hal-hal di atas, namun kita cepat menarik diri. Tapi setelah menarik diri, tidak ada perubahan kearah yang lebih baik yang kita gagas. Kita cuek-cuek saja sama problem. Problem itu tidak begitu menggelapkan kita, pun juga tidak begitu mencerahkan kita.
  • Skala dua (2) : Kita memang memberikan reaksi negatif pada problem namun sifatnya hanya sangat sementara ( Just In Time ). Setelah itu kita berusaha mengambil pelajaran penting dari problem itu. Tetapi pelajaran itu terkadang belum kita olah sebagai bahan untuk mengambil keputusan penting dalam praktek hidup kita. Kita memang sudah tercerahkan oleh problem tetapi pencerahan itu sifatnya masih dalam bentuk suasana batin.
  • Skala tiga (3) : Kita sudah mampu menarik pelajaran penting dari problem itu dan menggunakannya sebagai alat penting untuk mengambil keputusan yang bisa kita jalankan dalam kehidupan kita.
  • Skala empat (4) : Kita sudah menjadikan pelajaran itu sebagai bahan keputusan yang bisa kita jalankan dan juga sudah belajar mengantisipasi munculnya problem. Kita sudah belajar memahami apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita hindari.
  • Skala lima (5) : Kita sudah bisa mengajarkan orang lain atau memimpin orang lain atau dijadikan contoh dan panutan bagi orang lain dalam hal mengatasi problem.
Orang yang punya Skill tingi disini di sebut sebagai orang yang Tangguh/SAKTI (Resilient). Rutter (1987) mendefinisikan "RESILIENCE" ini sebagai sebuah kutub positif dari perbedaan individu dalam meresponi stress atau penderitaan. Ini berarti bahwa menjadi orang yang Resilient/Ulet/Tangguh/Sakti atau tidak, itu murni pilihan kita, bukan bawaan.

Siapapun kita dan apapun latar belakang kita, sama-sama punya kesempatan yang sama untuk menjadi orang resilient asalkan mau belajar.

Kata resiliensi berasal dari kata ”resilience” yang artinya daya lenting atau kepegasan.

Kasur dengan per pegas akan melenting kembali manakala beban badan yang menimpanya menekan per pegas kasur. Daya lenting pada manusia adalah kemampuan beradaptasi dengan tekun dan gigih walaupun keadaan terasa serba salah.

Setiap orang harus memiliki daya lenting karena satu hal yang pasti, dalam hidup selalu terdapat kemalangan yang sering tidak dapat dihindari. Contohnya, masih banyak pekerjaan menumpuk di meja padahal hari kerja sudah menunjukkan pukul 16.45. Contoh lain, terdapat kesalahpahaman dengan pasangan. Anak-anak harus tiba di tempat yang berbeda dalam satu waktu tertentu, padahal lalu lintas macet. Menghadapi peristiwa yang sangat berat, seperti terkena PHK.

Bila memiliki daya lenting yang kuat, kita dapat mengatasi setiap kemalangan dengan cara yang memuaskan dengan hasil optimal. Penelitian ilmiah yang dilakukan para pakar psikologi selama lebih kurang 50 tahun terakhir tentang daya lenting membuktikan bahwa daya lenting merupakan kunci sukses seseorang dalam menjalani hidup.

Bagaimanakah kondisi daya lenting kita?
Setiap orang hendaknya mempertimbangkan perkembangan daya lentingnya demi kenyamanan hidup. Namun, pada kenyataan, kebanyakan orang justru secara emosional dan psikologi tidak siap mengatasi kemalangan. Mereka malahan cenderung bersikap menyerah dan merasa tidak berdaya. Untuk itu, berikut ini adalah langkah yang harus kita telusuri dalam meningkatkan daya lenting:
  • Kenali diri sendiri, bagaimanakah kebiasaan kita dalam bersikap?
  • Hindari terjebak dalam situasi tertentu, seperti menyalahkan diri sendiri.
  • Keyakinan kuat apakah yang selama ini menghambat kemampuan kita untuk bangkit? Tanpa disadari, sering kita dipengaruhi keyakinan kuat tentang hal tertentu, misalnya keyakinan bahwa orang lain dan dunia bersikap dan menginginkan sesuatu dari kita.
  • Tantangan keyakinan, artinya komponen kunci dari daya lenting adalah kemampuan mengatasi masalah. Sejauh mana kemampuan kita dalam mengatasi masalah sehari-hari?
  • Menjaga perspektif dalam hidup, seperti apakah kita sering tenggelam dalam kondisi tertekan dan menghabiskan waktu untuk terus mencemaskan hal yang belum tentu terjadi?
  • Tenang dan tetap menjaga pusat perhatian, jangan sampai kita dikuasai stres dan situasi emosional?
  • Daya lenting dalam hal tenggang waktu, apakah kita selalu dikuasai pikiran negatif yang muncul dalam benak kita sehingga sulit bagi kita menghadapi kenyataan hidup?

Tujuh kapasitas
Ternyata daya lenting seseorang mengandung 7 kapasitas yang berbeda. Ketujuh kapasitas itu bukan bersifat genetik, seperti halnya tinggi badan, melainkan kita bisa berupaya meningkatkan daya lenting tanpa batas. Daya lenting kita berada dalam kendali kita sendiri, seperti halnya kita bisa menjadi pelari cepat dengan cara berlatih walaupun kita tidak akan menjadi pelari olimpiade. Berbagai hal yang perlu kita latih adalah:

1. Regulasi emosi
Regulasi emosi adalah kemampuan untuk tetap tenang dalam keadaan tertekan. Seorang yang memiliki daya lenting tinggi biasanya orang yang terampil dalam mengendalikan emosi, atensi, dan perilaku. Regulasi emosi sangat penting peranannya dalam menjalin relasi yang intim, sukses dalam kerja, dan mempertahankan kesehatan.


2. Kendali impuls
Dapat dipahami bahwa orang yang mampu mengendalikan emosi pasti mampu mengendalikan impuls. Untuk bisa mengendalikan impuls, kita lebih dulu harus mengenali siapa diri kita. Bila kita mampu mengendalikan impuls, kita akan terhindar dari keterpakuan pada pola pikir tertentu sehingga dapat menggiring kita untuk memiliki kemampuan mendeteksi efek negatif dari keyakinan impulsif yang merugikan diri serta menggantikannya dengan yang positif.

3. Optimisme
Orang yang optimistis biasanya memiliki daya lenting yang kuat karena mereka yakin dapat mengendalikan jalan hidup di masa depan.

4. Kemampuan melakukan analisis-kausal
Dengan kemampuan ini, kita dapat menjelaskan hal buruk dan baik yang menimpa diri sehingga kita tidak terjebak pada pikiran buruk dan dapat meningkatkan daya lenting.

5. Empati
Kemampuan memahami orang lain melalui empati akan membuat kita mampu mendeteksi berbagai kemungkinan perilaku orang terhadap diri kita.

6. Kecukupan diri yang optimal
Dengan keyakinan bahwa kita cukup efektif dalam menjalani hidup, hal itu merupakan representasi keyakinan bahwa kita akan bisa mengatasi kesulitan yang akan kita hadapi.

7. Menggapai cita
Pada umumnya, orang merasakan ketidakmampuan secara berlebih sehingga tidak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu atau memiliki ambisi yang sebenarnya bisa diraih. Dengan pemanfaatan optimisme dan mencoba menghapus keyakinan negatif yang berpengaruh dalam diri, kita bisa meraih sesuatu yang fantastik, yang bisa saja tidak kita perkirakan sebelumnya. (Reivich, Karen, PhD dan Hazte, Andrew, PhD, 2002).

Nah, mengapa Anda tidak berupaya meningkatkan daya lenting demi peningkatan mutu kehidupan Anda? Ikuti Pelatihan Mendadak Sakti, Pelatihan 8 Jam yang mampu merubah hidup anda menjadi manusia yang SAKTI. Klik Di sini..

Apakah hidup anda terus sulit?
Bagaimana anda menilai hidup anda sekarang, apakah dipenuhi lebih banyak kesulitan atau kemudahan? Bila anda merasa anda selalu dirundung kesulitan, berarti ada satu kesadaran yang harus ditimbulkan : Kemampuan anda tidak meningkat. Dengan kemampuan yang tetap atau malah turun, maka hidup anda memang akan selalu sulit.

Kesadaran ini penting. Karena dengan begitu, anda punya peluang untuk keluar dari kesulitan hidup anda. Tentu anda akan benar-benar keluar dari kesulitan bila anda merubah tindakan anda.

Manusia memiliki otak, yang dapat digunakan untuk berpikir, menganalisis, memecahkan masalah, dan lain-lain. Jadi saat kita menghadapi suatu masalah, maka pikiran kita akan digunakan untuk mencari solusi dari masalah tersebut. Bila masalah tersebut telah dapat diselesaikan berarti kita telah memiliki pengalaman dan pengetahuan baru untuk memecahkan masalah yang seperti itu; artinya kita pun mengalami pertumbuhan dari segi keterampilan dan pengetahuan.

Tetapi bila ada orang yang tidak dapat menyelesaikan masalah sama yang berulang-ulang terus muncul dalam kehidupannya, maka berarti ia tidak pernah belajar untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan orang itu tidak meningkat, ia telah berhenti bertumbuh, artinya ia telah puas dengan kondisi seperti sekarang ini. Dan terjebak di Zona Nyaman (Comfort Zone).

Setelah kesulitan ada kemudahan
”Setelah kesulitan ada kemudahan” berasal dari kitab suci. Untuk meraih kemudahan, anda harus melalui suatu kesulitan. Mudah adalah ketika kemampuan anda lebih hebat dari masalah anda.

Allah berfirman :
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً
 Inna Ma'al 'usri yusroo.....
"sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."(QS. Alam Nasyrah : 6 )

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."(QS. Al-Baqarah: 286) ► Tafsirnya, apapun permasalahan yang membebani anda, hakikatnya itu masih di bawah kekuatan anda untuk menyelesaikannya. Right...???

Jadi, kesulitan dalam konteks ini adalah proses anda dalam meningkatkan kemampuan diri. Kenapa sulit? Karena peningkatan kualitas diri adalah sesuatu yang anda tidak ketahui. Kesulitan berasal dari ketidaktahuan itu. Ketidaktahuan bukan hanya mendatangkan kesulitan, tapi juga ketakutan. Nah, ketika anda berhasil mengatasi ketidaktahuan, kesulitan dan ketakutan itu, maka kemampuan anda pun meningkat. Ketika kemampuan meningkat, anda akan mudah mengatasi masalah yang anda hadapi.

Ingin hidup terus mudah?
Jadi, bila anda ingin terus hidup dalam kemudahan teruslah meningkatkan kemampuan. Atasi kesulitan-kesulitan yang anda rencanakan (terus belajar kemampuan-kemampuan baru). Dengan begitu, anda akan terhindar dari kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan masalah yang datang pada hidup anda. Koq bisa? Karena anda telah punya kemampuan yang lebih dari masalah yang datang tersebut. Itulah salah satu sebab kenapa anda diwajibkan belajar dari buaian sampai liang kubur. Agar kemampuan anda terus meningkat dan membuat tak satu masalah pun menjadi cukup besar untuk mempersulit hidup anda.

Masalah, I Love You
Jadi, bagi anda yang terus belajar, anda akan bilang : ”Masalah, I Love You” bagi setiap masalah yang datang pada anda. Bila masalahnya lebih kecil dari kemampuan, maka anda akan senang dan mudah menyelesaikannya. Bila masalahnya lebih besar dari kemampuan, maka anda akan senang mendapatinya. Kenapa? Karena anda bisa belajar dan membuat kemampuan anda lebih meningkat lagi !!!

Remember...!
Kita harus yakin bahwa masalah & cobaan itu merupakan ekspresi cinta Allah pada hamba-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan masalah agar kita menjadi lebih dewasa dan matang dalam mengarungi kehidupan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya cobaan.” (HR. Bukhari)

Yakinlah bahwa makin besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita jika kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik. Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala itu mencintai suatu kaum maka Ia mencobanya. Barang siapa yang rela menerimanya, ia mendapat keridhoan Allah, dan barang siapa yang murka, maka ia pun mendapat murka Allah.” (HR. Tirmidzi)

Yakinlah bahwa setiap ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa yang pernah kita kerjakan. Abu Sa’id dan Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim

Senantiasa bersiap siagalah menghadapi masalah yang lain selanjutnya setelah kita menyelesaikan suatu permasalahan.

Allah berfirman :
“Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah: 7–8).

MANTRA SHAKTI DI BACA 3 KALI SEHARI...
Seperti mendung menghilang berganti hujan
Seperti malam berlalu berganti siang
Seperti itulah kehidupan ini
Setiap masalah ada jalan keluarnya

Tak selamanya badai menerjang
Tak selamanya ombak menghempas keras
Tak selamanya kemarau melanda
Begitu juga dengan masalah tak selamanya menghimpt
Pasti ada penyelesaiannya.

Seperti burung yang berkicau riang
Seperti anak kecil yang tertawa gembira
Begitulah kita di tangan Tuhan
Dipelihara dan dijaga-Nya

Walau jalan ini berliku
Walau jatuh bangun menghiasi hidup
Janganlah berhenti melangkah
Karena masa depan sungguh cerah bagi yang berharap pada-Nya

Tak selamanya langit mendung
Tak selamanya langit cerah
Kehidupan selalu silih berganti
Karena itu jangan berputus asa

Kita tak pernah bisa menghindari masalah
Tetapi kita pasti punya kemampuan mengatasi masalah

Semakin besar masalah yang datang menerpa
Percayalah kemampuan kita mengatasi masalah makin bertambah

Setiap masalah pasti ada hikmahnya
Karena kadang masalah perlu untuk menguji
Sejauh mana kita berharap pada Tuhan

Tuhan tak pernah memberikan cobaan melebihi kekuatan kita
Tetapi Tuhan memberikan kita kemampuan mengatasi masalah
Jangan menyerah.


Read More Add your Comment 0 komentar


THE POWER OF REPETITION



Saya kira kita sering mendengar kalimat guyonan ini,''Anak kecil di Inggris itu pintar-pintar lho.... Seumuran SD bahkan TK sudah lancar Bahasa Inggrisnya....he...he...he...''

Menurut para ilmuwan, otak akan membuat jaringan saraf baru untuk mengingat kata baru. Para ilmuwan melakukan penelitian, aktivitas otak mereka dimonitor selama mengikuti pengujian yang terdiri dari 2 tahap.

Pada tahap pertama, para relawan diperdengarkan pada kata-kata yang tidak asing bagi mereka.
Tahap kedua, mereka diperdengarkan pada kata asing yang disebut berkali-kali.Di awal tahap kedua, aktivitas otak menunjukkan kalau otak berusaha mengenali kata baru tersebut. Tapi, setelah 160 kali pengulangan dalam 14 menit, aktivitas otak tidak dapat dibedakan dengan aktivitas otak di tahap pertama. Penelitian ini untuk membantu pasien stroke mengembalikan kemampuan bicara. Kuncinya adalah repetisi. Otak bekerja dengan baik pada saat kondisi santai dan tidak berusaha mengingat.

Contoh seseorang bisa mengingat nama pemain, tim, bahkan aturan dengan baik. “Itu karena setiap informasi selalu berulang dan orang merasa tidak perlu menghapal. Otak tidak dapat menghapal semua hal. Otak memilih yang penting dan yang tidak penting.

Sampai detik ini ada kalanya saya sering berpikir, dunia ini heterogen sekali dalam masalah kesuksesan hidup. Ada yang hidup ekstra sukses, ada yang biasa saja, ada yang gagal total. Meskipun kesuksesan bisa dilihat dari banyak sudut, tanpa berkesan matre, mari samakan persepsi. Tulisan ini berfokus pada kesuksesan finansial. Kenapa seperti itu sebab biasanya kesuksesan finansial adalah dampak dari kesuksesan-kesuksesan lain seperti kesuksesan karir dan kesuksesan bisnis. Namun tentu saja ada juga yang finansial mentereng tapi ternyata didapat dari hasil korupsi. Mari kita coret contoh seperti itu dan kita doakan tikus-tikus semacam itu agar hangus di neraka.

Kembali ke topik posting, saya benar-benar sering berpikir kenapa ada variasi keberhasilan hidup seperti tadi. Tentu saya sangat sadar, dunia tidak akan indah jika semua sama rata. Jika semua kaya atau jika semua miskin. Jika semua cantik dan ganteng definisi cantik dan ganteng tidak akan ada lagi. Dunia memang secara otomatis menyeimbangkan diri. Memang tidak ada cara yang baik dan mudah untuk merubah yang tidak cantik menjadi cantik. Namun ada banyak cara yang nyata untuk berubah dari orang biasa menjadi orang luar biasa atau bahkan dari orang gagal menjadi 180 derajat sukses. Salah satu cara yang akan dibahas adalah repetisi atau pengulangan.

Tanpa bermaksud mendiskriminasi, saya ingin mengangkat sebuah pertanyaan, mengapa penghasilan supir angkot berbeda jauh dengan CEO sebuah perusahaan besar? Salah satu jawaban adalah sebab kedua pekerjaan tersebut mempunyai tingkat kesulitan, kebutuhan keahlian dan tanggung jawab yang berbeda. Supir angkot akan tetap menjadi supir angkot baik setelah 5, 10 atau 20 tahun, kecuali ada fase tertentu ketika si supir angkot tadi ingin berubah, misalnya berganti pekerjaan. Namun jika tidak maka hari ke hari hanya menyupir dan menyupir yang akan dia lakukan. Berbeda dengan CEO perusahaan besar. Pada awalnya dipastikan si CEO akan merangkak dari bawah. Namun dengan repetisi, penambahan pengalaman, perlahan orang ini akan naik ke posisi yang lebih tinggi. Menerima tanggung jawab baru, memecahkan tantangan sehingga akhirnya bisa tiba di posisi yang cukup tinggi. Dalam proses ini ada satu hal yang benar-benar harus diingat, repetisi, pengulangan. Seperti pisau dengan pengulangan manusia akan terasah menjadi lebih tajam. Ketika satu waktu gagal menghadapi sesuatu, kita harus melakukan evaluasi. Lalu mengulang kembali hingga bisa berhasil mencapai apa yang harus dicapai. Keahlian akan semakin tajam dengan terus melakukan pengulangan. Ini juga yang menjadi alasan bahwa pada kebanyakan pekerjaan, salah satu elemen penentu gaji adalah pengalaman kerja. Dengan pengalaman kerja yang lebih lama, diasumsikan orang telah memiliki keahlian yang lebih tajam karena keahlian tersebut telah ‘diulang’ banyak.

Lalu apa kaitan isi tulisan ini dengan petikan pertama di atas? Di usia saya yang hampir 40 tahun ini, saya masih gelagapan jika harus berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Padahal banyak rekan-rekan saya yang sangat fasih sekali berbicara Bahasa Inggris. Apa yang membedakan saya dan mereka? Salah satunya adalah tingkat pengulangan. Orang yang lebih fasih berbicara bahasa inggris pasti sudah lebih banyak berlatih dan mengulang-ngulang keahlian tersebut. Jadi logikanya jika mereka bisa, kita pun pasti bisa. Aturan ini juga berlaku untuk keahlian apa pun. Berbicara di depan umum, menulis, bisnis, dan sebagainya.

Sekarang seharusnya semakin nyata kenapa lebih banyak orang gagal dibandingkan orang sukses. Jawabannya tidak semua orang cukup kuat untuk pantang menyerah terus mengulang bangkit kembali ketika terjadi kegagalan. Pengusaha yang sukses biasanya telah jatuh berkali-kali terlebih dahulu. Dari tiap kejatuhannya si pengusaha bisa belajar sesuatu. Dari renungan ini juga saya akhirnya bisa sadar mengapa kehidupan saya cenderung stagnan. Saya tidak terlalu kuat untuk mau kukuh berlatih dan mengulang sesuatu. Sejak dulu saya ingin menjadi programmer handal. Menguasai Java luar dalam. Mempelajari Platform Android, belajar Python, mendalami JavaScript. Namun jangankan berepetisi untuk menjadi mahir, memulai saja tidak. Semoga post ini bisa menjadi renungan yang berharga untuk diri saya sendiri.

21 HARI PEMANTAPAN BENIH PIKIRAN
Apakah Anda pernah mendengar bahwa kita dapat melatih sebuah kebiasaan baru dengan melakukannya secara konsisten selama 21 satu hari berturut-turut?

Nah, apakah setelah 21 satu hari orang yang ingin kurus terus bisa menjaga pola makannya dan orang yang merokok bisa berhenti merokok dalam 21 hari ini?

Ada juga salah satu pelatihan yang mengajarkan kita untuk menuliskan afirmasi kita sebanyak 21 halaman A4 penuh dengan tulisan tangan tentunya dan harus dilakukan selama 21 hari berturut-turut. Saya juga salah satu orang yang melakukan ini dulunya.

Saya menuliskan apa yang saya inginkan terjadi dalam kehidupan saya. saya menuliskan 3 hal dalam setiap halaman dan diulang terus sampai halamannya penuh dan selama 21 hari syaratnya. namun saya tidak tahan karena banyaknya kegiatan lain dan juga sangat melelahkan. bayangkan berapa banyak waktu yang harus kita habiskan hanya untuk melakukan kegiatan ini?

Akhirnya hasil yang saya dapat juga tidak seberapa. tidak seperti yang telah dijanjikan orang yang mengajarkan teknik ini kepada saya dalam sebuah pertemuan interen pembelajaran bersama yang dulu pernah kami bentuk.

Namun ada juga partner saya dalam kelompok belajar yang kami sebuat sebagai Asosiasi Muslim Entrepreneur ini yang telah berhasil mencapai apa yang ditulisnya sebanyak 21 halaman selama 21 hari ini. dan memang dia telah menjalankan proses ini dengan sangat konsisten, saya sendiri sangat salut dengan sikapnya yang sangat konsisten ini.

Ternyata setelah saya banyak mencari cara menjadi orang yang lebih sukses dan lebih maju serta ingin membantu banyak orang, saya menemukan cara kerja pikiran dan bisa memprogram ulang pikiran, dan saya baru mengerti bahwa repetisi atau teknik pengulangan seperti contoh di atas hanyalah salah satu cara untuk membentuk atau melakukan programming pikiran.

Sahabat, Di bumi ini terdapat satu hukum yang dinamakan hukum petani atau hukum tanam dan panen. Apa yang kita tabur pasti akan kita tuai baik itu jahat atau buruk. Hidup kita hari ini adalah buah dari tanaman kita kemarin, Hidup kita di masa depan sangat tergantung dengan apa yang kita tabur hari ini. Ikhlaskan hati menerima pahitnya buah di hari ini, Dan fokus aja untuk menanam bibit kebajikan sebanyak mungkin.

Rasulullah bersabda, “Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah diwaktu lapang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan seiring dengan kesabaran, jalan keluar seiring dengan cobaan dan kemudahan seiring dengan kesulitan”. [HR. Imam Tirmidzi]

Dalam sebuah hadist Qudsy tersurat : "Barang siapa disibukkan zikir kepada-Ku sehingga tidak sempat memohon dari-Ku maka Aku akan memberikan yang terbaik dari apa saja yang Ku berikan".

Muhammad Ali mengatakan bahwa sang juara dihasilkan dari keinginan, impian, dan visi. Sementara, Dennis Waitley, mengatakan bahwa pemenang selalu mengatakan ‘saya akan’ dan ‘saya bisa’. Ini adalah pekerjaan pikiran.

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.

Jika benih fikiran, cita-cita, dan impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu. Memang tidak nyata tetapi akan membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan Anda jika pikiran Anda sudah terkondisikan seperti yang dijelaskan di atas.

Tanpa pengulangan, hukum tarik menarik [THE LAW OF ATRACTION] tak akan mungkin terjadi. The Law of Repetition memegang peranan penting. Tanpa itu, otak tak akan sampai pada level "genius" dan otot tak akan sampai pada level "refleks istimewa" sisi kecepatan dan akurasinya. Inilah kekuatan hukum pengulangan. Sebuah solusi pamungkas bagi Anda yang sudah jenuh dan putus asa.

Naqs Dna 


Read More Add your Comment 0 komentar


THE SECRET OF UNLIMITED MIND POWER



THE MAGIC OF BELIEVING [THE POWER OF PRASANGKA]

Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin, PIKIRAN Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin.

Akan tetapi jika Anda PERCAYA, BENAR-BENAR PERCAYA, sesuatu dapat dilakukan, PIKIRAN ANDA AKAN BEKERJA BAGI ANDA DAN MEMBANTU ANDA MENCARI JALAN UNTUK MELAKSANAKANNYA.

"PIKIRAN ANDA AKAN MENCIPTAKAN JALAN JIKA ANDA MENGIZINKANNYA." ~ David J. Schwartz ~

"Aku menurut dugaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

Phillippus Paracelsus, seorang ahli kimia Swiss yang terkenal (1493-1541), mengatakan bahwa “Apakah objek dari kepercayaan anda itu benar atau palsu, ahirnya anda akan memperoleh efek yang sama”.

KEKUATAN PRASANGKAMU HANYA BERLAKU DI DUNIA INI SAJA...

Ada yang semakin dalam dia belajar dan semakin luas pengetahuannya serta semakin banyak pengalaman hidupnya, dia semakin religius dan semakin mencintai Tuhannya...

Namun ada juga yang semakin dalam dia belajar dan semakin luas pengetahuannya serta semakin banyak pengalaman hidupnya, dia makin lupa jalan untuk pulang........

Ya....
Hidup adalah pilihan....
Dan apapun pilihanmu, itulah realita yang akan engkau alami di dunia....

Namun Ingat....
Hukum Kekuatan Kepercayaan serta prasangka yang berumber dari KEKUATAN PIKIRAN [MIND POWER] itu hanya berlaku di alam materi atau alam dunia saja..... dan tidak berlaku lagi di alam hakikat sejati atau alam akhirat...

Di alam dunia ini...
apapun kepercayaan kita, baik negatif atau positif, baik benar atau salah, akan tetapi bila kita meyakinyanya. Maka kepercayaan kita akan mempunyai efek dan dapat terwujud menjadi sebuah realita. Apapun yg ada difikiranmu, semua itu bisa menjadi nyata dan terjadi...Karena dunia ini hanyalah sekedar alam permainan saja...

Namun di alam hakikat sejati (akhirat), yang berlaku adalah hukum kebenaran yang sejati. Di sini yang berlaku bukanlah kekuatan Pikiranmu lagi. Tetapi yang berlaku adalah Hukum Kebenaran sejati... Yang bersumber dari Dia Yang Sejati.. Di alam akhirat, sudah tidak berlaku lagi segala kesaktianmu, segala kekayaanmu, segala kekuatanmu, segala kecerdasan dan kepintaranmu, segala aset dan sumber dayamu, semuanya musnah, Yang ada hanyalah Harapan untuk memperoleh Kasih sayang serta welas asih dari Dia yang Maha Sejati, Allah swt Tuhan semesta alam...

Maka...
SENANTIASA SELARASKAN KEBENARAN DIRI DENGAN KEBENARAN SEJATI, MAKA AKAN KAU PEROLEH RAHASIA KEKUATAN PIKIRAN YANG TIADA TERBATAS (The secret Of Unlimited Mind Power). DAN BERSIFAT ABADI SERTA LINTAS DIMENSI KEHIDUPAN.

Footnote :
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akherat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui” ( Ar-Rum:64 )

"Tidak lain mereka itu hanya berdasarkan prasangka, dan mengikuti kemauannya sendiri saja, padahal petunjuk dari Tuhan sudah diberikan kepada mereka." [An-Najm:23]

“Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (QS. Al-An’am: 116).

"Tidak ada yang diikuti oleh kebanyakan mereka dalam itikad kemusyrikan kecuali dugaan belaka. Sebenarnya dugaan itu tidak dapat mengalahkan kebenaran sedikitpun juga. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang mereka kerjakan." [Yunus:36]

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS Al Israa: 36).

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". [QS. AL KAHFI :29]

wallahu a'lam... naqsdna.com


Read More Add your Comment 0 komentar


PLACEBO, "THE POWER OF BELIEVING"



“Apakah objek dari kepercayaan anda itu benar atau palsu, ahirnya anda akan memperoleh efek yang sama”. 
[Phillippus Paracelsus, ahli kimia Swiss 1493-1541]

Dalam kehidupan ini Kita mengenal hukum “placebo effect”, di mana suatu masukan, menjadi kebenaran karena pengaruh keyakinan dan kepercayaan.

Ilmu kedokteran sampai saat ini tidak bisa menjelaskan bagaimana pikiran mempengaruhi tubuh. Efek plasebo, misalnya, ini adalah efek tubuh terhadap luka untuk menyembuhkan sendiri bagian tubuh yang terluka. Para ahli memang dapat menjelaskan luka akan kering akibat adanya darah putih, pengaruhnya terhadap luka agar cepat kering, bla bla bla dan lain sebagainya, tetapi ilmu kedokteran tidak bisa menjelaskan kenapa pikiran kita mengirimkan sinyal kepada bagian tubuh tersebut untuk bekerja.

DAHSYATNYA PLACEBO EFEK
"THE POWER OF BELIEVING"

Alkisah....
Adalah Pak Kromo seorang Pawang Ular yang terkenal karena kemampuannya dalam menaklukkan ular-ular yang berbisa. Dan Pak Kromo juga terkenal sebagai tabib yang Ampuh karena ramuan ularnya ternyata cukup ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit yang kronis ataupun akut...... Kemasyhuran pak kromo berkumandang hingga ke manca negara, sehingga tak jarang rumahnya kedatangan tamu dari luar negeri yg datang untuk berobat.....

Namun entah kenapa tanpa alasan yang jelas, sejak sebulan yang lalu Rumah Pak Kromo terlihat sepi dari pasien yg datang untuk berobat......

Dari kabar yang beredar, ternyata sekarang Pak Kromo sudah hilang kesaktiannya. Dia sekarang malah sangat takut dengan ular. Dan tidak lagi berani berburu menangkap ular untuk bahan ramuan obatnya.....

Selidik punya selidik, ternyata hal itu bermula ketika anaknya Yang Masih kuliah di jurusan psikologi di kota sedang pulang kampung..... Sang anak yg masih berdarah muda, ketika itu mengkuliahi bapaknya mengenao fenomena psikologis yg disebut "PLACEBO EFECT". Sang anak menegur sang bapak bahwa kekuatan dan kesaktian yg diimiliki bapaknya itu hanyalah akibat keyakinan yang salah.

Ya, memang kesaktian Pak Kromo adalah di akibatkan oleh sebuah Jimat pusaka berupa sebuah buntalan kain yg berwarna hitam yg dieroleh dari gurunya dahulu. Dan ketika dia dikuliahi oleh anaknya dan di suruh membuka Jimat Pusakanya tersebut. Maka dengan berat hati pak kromopun membukanya, walau dia tahu bahwa itu adalah termasuk perbuatan yang melanggar pantangan.

Dan setelah dibuka, Ternyata isi di dalamnya hanyalah berisi kotoran kambing yang telah mengering serta serpihan kayu kering....

Melihat isi jimat pusaka tersebut, sang anakpun semakin bersemangat mengkuliahi bapaknya.... Bahwa kesaktian bapaknya itu hanyalah karena keyakinannya sendiri.....

Melihat kenyataan itu, Pak Kromopun terpukul hatinya dan hilanglah segala kepercayaan dirinya....

Dan anehnya....
Walau sang anak sudah menerapkan segala jurus psikologi untuk membangkitkan kepercayaan diri pak kromo. Akan tetapi itu semua sia-sia belaka. Pak Kromo sudah betul-betul hilang keyakinan dirinya serta kesaktiannya.....

Dan sebagai akibatnya....
Sekarang Pak Kromo menganggur dan tidak punya penghasilan yg dapat diandalkan lagi. Dan sebagai efek kelanjutannya adalah, sang anakpun terpaksa tdk dapat melanjutkan kuliahnya di kota. Karena tidak adanya biaya......

Nah....
Sahabat....
Begitu dahsyatnya kekuatan dari kepercayaan dan keyakinan.....
Dan....
Merubah sebuah Believe yang keliru menuju believe yang benar bukanlah pekerjaan sembarangan....
Karena bila salah dalam melangkah, maka akan fatal akibatnya sebagaimana yang di alami oleh kisah Pak kromo dan anaknya di atas.....

Placebo!?
Placebo adalah istilah medis untuk terapi baik dalam bentuk obat-obatan maupun prosedur-prosedur medis yang tidak memiliki bukti kegunaan bagi kesembuhan pasien. Placebo bukanlah obat palsu, tetapi obat atau tindakan medis yang "dipalsukan" oleh dokter yang diyakini memiliki dampak positif bagi pasien. Efek placebo menunjukkan bahwa kekuatan pikiran adalah faktor terpenting dalam fungsi tubuh manusia. Karena dengan kemampuan untuk menciptakan atau menghapuskan gejala dengan seketika, efek obat sebenarnya dapat digantikan oleh hanya dengan kekuatan keyakinan.

Placebo adalah bahan-bahan tanpa sifat-sifat farmakologis, misalnya gula atau pil palsu. Mereka digunakan secara luas sebagai kontrol dalam eksperimen untuk menguji efek sebuah obat. Placebo ini dibuat sedemikian sehingga tampak dan berbau sama seperti obat yang sedang diuji.

Cara kerja placebo masih kontroversial, tetapi secara umum orang percaya bahwa psikologi manusia memengaruhi kondisi fisiologis. Manfaat terjadi karena orang percaya bahwa pil yang mereka minum akan mendatangkan pengaruh positif, meskipun pil tersebut tidak memiliki khasiat apapun. Pengaruh itu juga muncul karena pasien yang mengharapkan khasiat sebuah obat cenderung akan mendapatkan khasiat tersebut.

Kita ambil contoh placebo yang digunakan dalam pengujian obat pereda nyeri (analgesik). Salah satu penjelasan untuk mekanisme placebo dalam kasus ini adalah bahwa obat yang asli di harapkan merangsang pelepasan bahan kimia mirip opium dari otak yang berfungsi meredakan nyeri. Sebuah studi menemukan bahwa rasa nyeri berkurang kendati yang diminum sebetulnya placebo karena pasien percaya bahwa obat itu obat yang sesungguhnya, akan tetapi efek itu menghilang begitu pasien diberi obat yang berfungsi menetralkan pengaruh bahan kimia mirip opium tadi.

Placebo menghadirkan sebuah dilema etik. Di sini seorang dokter membohongi pasien dengan meminta mereka percaya bahwa yang diberikan adalah obat aktif, padahal sesungguhnya mereka tidak menerima obat seperti itu. Andai mereka juga menderita efek samping yang buruk dari efek nocebo, keadaan dapat menjadi lebih buruk.

Profesor Tony Dickenson melakukan suatu percobaan dengan memberikan kejutan listrik terhadap 6 orang mahasiswa. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yang akan diberi 2 macam obat, yaitu obat pengurang rasa sakit dan obat penambah rasa sakit. Dengan level sengatan listrik yang sama, kelompok yang memakan obat penambah rasa sakit merasakan rasa sakit lebih dari sebelum mereka memakan obat. Sedangkan kelompok yang memakan obat pengurang rasa sakit dapat menahan rasa sakit lebih lama dan merasa bahwa sengatan listrik berkurang.

Tapi tahukah anda, bahwa ternyata mereka sama sekali tidak diberikan obat pengurang rasa sakit atau pun obat penambah rasa sakit. Kedua obat tersebut sebenarnya sama, yaitu hanyalah tepung dan gula yang diberi pewarna berbeda. Itulah yang disebut efek placebo. Lantas apa yang membuat mereka merasa lebih sakit atau berkurang sakitnya? Pikiran mereka lah yang membuat obat placebo tersebut bekerja seperti obat sesungguhnya.

Selain contoh di atas, banyak sekali contoh yang ditemukan di sepanjang sejarah hingga saat ini yang mendokumentasikan kekuatan pikiran untuk penyembuhan. Percobaan placebo kali pertama dilakukan pada 1801. John Haygarth, seorang dokter abad ke-18 asal Inggris, menyatakan bahwa eksperimen tersebut dengan jelas membuktikan efek yang amat luar biasa dari suatu harapan dan keyakinan, antusiasme hanya berdasarkan imajinasi, dapat dilakukan pada suatu penyakit.

Di penghujung 1950-an, saat itu ada keyakinan bila pembedahan untuk mengikat arteri kelenjar susu dapat meredakan penyakit jantung. Untuk menguji efek placebo, beberapa pasien mengalami pembedahan lengkap sedang lainnya hanya menerima irisan di kulit, namun tidak dilakukan pembedahan lebih lanjut. Pada kedua percobaan, tingkat penyembuhannya sama. Pembedahan semacam ini pun lantas ditinggalkan.

Studi pada 1968 pada Pengobatan Psikosomatik menguraikan bagaimana suatu kesan dapat mempengaruhi serangan asma. Peneliti meminta pasien untuk menghisap substansi tanpa label yang diberitahukan pada mereka jika substansi tersebut akan mengganggu asma mereka untuk sementara. Ketika pasien menghisapnya, banyak yang mengalami serangan asma.

Mereka mulai mendesah, kesulitan bernafas, dan terengah-engah meskipun substansi yang mereka hisap adalah larutan garam yang tidak berbahaya. Kemudian, peneliti memberi pasien tersebut "penawar racun" yang dibuat dari larutan garam yang sama persis, dan menyaksikan bila napas yang mendesah dan berat telah berhenti.

Pada 1983 wawancara dengan Bapak Terapi Tertawa, Normandia Cousins, membahas artikel di halaman depan LA Times tentang permainan sepak bola SMU di mana empat orang menerima makanan yang mengandung racun. Dokter yang menangani kasus ini tidak tahu dengan pasti penyebabnya, sehingga mengeluarkan pernyataan umum untuk menghindari mesin penjual soft drink. Saat pengumuman ini dibuat, 191 orang menjadi sangat sakit, dan pergi ke rumah sakit setelah mereka meminum soft drink dari mesin penjual otomatis.

Suatu studi di Sekolah Kedokteran Baylor, yang diterbitkan pada 2002 di Jurnal Kedokteran Inggris mengevaluasi tindakan pembedahan pada pasien penderita sakit lutut yang parah. Ketua tim penulis Dr. Bruce Moseley, mengetahui bila pembedahan lutut akan dapat membantu pasiennya. Semua ahli bedah mengetahui tidak ada efek placebo pada pembedahan. Tetapi Moseley mencoba untuk memahami bagian mana dari tindakan pembedahan yang meringankan pasiennya.

Para pasien dibagi menjadi tiga kelompok. Pada kelompok pertama, Moseley mengangkat tulang rawan yang rusak di lutut. Pada kelompok lain, dia membersihkan sendi lutut, menyingkirkan material yang dianggap menyebabkan efek peradangan.

Kedua perawatan standar ini biasanya diberikan pada penderita encok lutut. Kelompok ketiga menjalani bedah pura-pura sebagai kontrol untuk membandingkan hasil pembedahan lainnya.

Ketiga kelompok mendapatkan perawatan paska operasi yang sama, termasuk program pelatihan. Namun hasilnya sungguh mengejutkan. Kelompok yang menjalani tindakan pembedahan, seperti yang diharapkan, membaik. Tetapi kelompok yang mendapatkan pembedahan Placebo juga membaik seperti dua kelompok lainnya.

Program acara televisi secara nyata menggambarkan hasil yang mengundang perhatian. Acara tersebut menunjukkan anggota kelompok placebo sedang berjalan dan bermain basket, ketika melakukan hal-hal tersebut mereka menyampaikan tidak dapat melakukannya sebelum dilakukan tindakan pembedahan.

Pasien dalam kelompok Placebo tidak mengetahui bila selama dua tahun mereka telah mendapat pembedahan pura-pura. Satu anggota kelompok Placebo, Tim Perez, yang berjalan dengan bantuan rotan sebelum pembedahan, kini mampu bermain basket dengan cucunya.

Placebo Tetap Bekerja Sekali pun Tanpa Kebohongan
Pasien yang dirawat dengan placebo biasanya akan dibohongi bahwa obat atau tindakan medis yang diberikan akan memberikan efek tertentu. Para peneliti dari Osher Research Center Harvard Medical School dan Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) telah menemukan bahwa placebo juga bekerja sekalipun bila diberikan tanpa kebohongan yang diperlukan.

Banyak dokter Amerika (salah satu studi memperkirakan sekitar 50 persen) diam-diam memberikan placebo kepada pasiennya yang tidak curiga. Karena kebohongan secara etis dipertanyakan, profesor asosiasi pengobatan Harvard Medical School, Ted Kaptchuk, bekerja sama dengan rekan-rekannya di BIDMC untuk menyelidiki apakah kekuatan placebo bisa pula dimanfaatkan secara jujur.

Untuk melakukannya, 80 pasien yang menderita irritable bowel syndrome (IBS) dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok, kontrol, sengaja tidak menerima pengobatan, sementara kelompok lain menerima placebo yang secara jujur dijelaskan sebagai pil gula. Pil itu benar-benar tidak memiliki bahan aktif dan hanyalah terbuat dari zat-zat inert, selain itu juga dicetak label placebo pada botolnya. Pil ini diperintahkan untuk diminum dua kali sehari.

Untuk periode tiga-minggu, para pasien dimonitor. Pada akhir percobaan, pasien yang dirawat dengan placebo banyak yang melaporkan adanya pemulihan, berjumlah hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol (59 persen berbanding 35 persen). Selain itu, pada ukuran hasil lainnya, pasien yang memakai placebo mengalami peningkatan perbaikan dua kali lipat untuk hitungan kasar yang setara dengan efek dari obat IBS yang paling kuat.

Placebo Juga Berlaku pada binatang
Suatu percobaan yang dilakukan terhadap seekor belalang yang dimasukkan ke dalam kotak kaca. Awalnya belalang tersebut bisa melompat sampai 50 cm. Kemudian dipasang pembatas kaca setinggi 25 cm, sehingga setiap kali belalang melompat, kepalanya akan terbentur kaca pembatas. Seminggu kemudian, pembatas itu diambil. Namun belalang tersebut tetap melompat tepat setinggi 25 cm.

Efek Placebo di Kehidupan Sehari-Hari
Dari cerita-cerita di atas anda semua pasti sudah paham tentang efek placebo dalam dunia medis. Namun, ternyata efek placebo tidak hanya dipakai dalam dunia medis saja. Dan tanpa kita sadari, dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali hal-hal yang bersifat placebo disekitar kita.

Mungkin anda pernah tahu bahwa ada tombol penyebrangan di setiap lampu merah. Namun ternyata, 97% tombol itu adalah tombol palsu dan sama sekali tidak memiliki fungsi. Bahkan menurut laporan ABC News, hanya ada satu tombol yang benar-benar berfungsi di Austin, Texas, Gainsville, dan New York.

Yang tidak kalah mengejutkan ternyata 72% dari tombol yang terdapat di dalam gedung-gedung perkantoran adalah tombol palsu. Diantaranya adalah tombol AC, tombol untuk menutup pintu lift dan berbagai tombol lainnya. Tombol Placebo disini memiliki fungsi agar orang yang mengunakannya merasa memiliki kendali walaupun sebenarnya tidak. Hal ini akan menenangkan orang tersebut dari agresivitas karena merasa telah berbuat sesuatu.

Placebo efek memiliki sejarah panjang dalam kehidupan manusia, bahkan sejak dari masa-masa purba. Dukun-dukun sudah mengenalnya terlebih dahulu, dan melakukan hal itu. Mereka menari untuk mendatangkan hujan, memotong kambing agar mathari bersinar, dan pada masa sekarang menekan tombol agar lift menutup, atau memutar tombol AC di kantor agar ac lebih dingin. Otak kita, tidak menyukai hal-hal acak, dan tanpa sadar kita selalu mengaitkan segala sesuatu dengan sebab-akibat. Dalam hal di atas, sebab akibat yang berlaku adalah sebab saya menekan tombol, maka akan berakibat lift menutup.

NOCEBO...?
Efek negatif placebo disebut efek nocebo, dari kata bahasa Latin nocebo yang berarti “saya ingin mencelakai.” Pasien yang diberi pil palsu kadang-kadang mengalami efek samping seperti cemas dan depresi. Ini diduga terkait dengan harapan orang atas efek-efek merugikan pada sebuah terapi. Dalam sebuah uji orang melaporkan bahwa perempuan yang percaya mereka berpeluang menderita penyakit jantung hampir empat kali lebih berpeluang meninggal karena penyakit jantung dibanding perempuan dengan faktor risiko sama yang tidal memiliki kepercayaan itu.

Efek placebo negatif, disebut efek nocebo. Nocebo, seperti placebo, menimbulkan efek fisik, walaupun tidak harus melalui mekanisme fisik. Tidak mustahil efek tersebut berasal dari keyakinan pasien. Ketika orang berpikir tentang jatuh sakit, maka sakitlah ia. Ini efek nocebo, yang berlawanan dengan efek placebo: ketika orang berpikir tentang sembuh, maka sembuhlah ia.

Tipe pasien yang paling cenderung mengalami efek nocebo ketika diberi suatu obat biasanya memiliki sejarah pengobatan dengan diagnosis yang sulit sehingga yakin bahwa terapi apa pun tidak akan mengatasi masalah. Pengharapan yang rendah tadi mau tidak mau berakibat buruk, efek nocebo juga berpengaruh terhadap hasil operasi. Dokter bedah enggan menangani pasien yang yakin bahwa mereka akan mati. Penelitian telah dilakukan terhadap pasien-pasien operasi yang mengatakan bahwa mereka ingin mati agar dipersatukan kembali dengan yang mereka cintai. Hampir semua orang ini sungguh meninggal.

Penelitian tentang nocebo sedikit sekali, kebanyakan untuk alasan etika bahwa Dokter seharusnya tidak membohongi orang sehat dengan mengatakan bahwa mereka sakit. Standar etika yang berubah pun menyulitkan upaya mengulang beberapa eksperimen nocebo klasik. Artikel kedokteran terbaru tentang efek nocebo diterbitkan dalam tahun 2002 oleh Arthur Barsky dan kawan-kawan (The journal of the American Medical Association, volume 287, halaman 622).

Efek placebo negatif memang ada. Manifestasinya yang terkenal adalah voodoo, dan macam-macam klenik yang dikaitkan dengan kutukan. Praktik-praktik tersebut hampir selalu meliputi mekanisme yang membuat korban tahu bahwa ia telah dikutuk, dan ini satu-satunya yang memungkinkan maksud jahat mereka tercapa

Okey sahabat, sekian dulu kisah dari saya....
Semoga bermanfaat...........

SALAM SERVO SUKSES
                                                                      NAQS DNA 


Read More Add your Comment 0 komentar


Semua Kekuatan Untuk Meraih Semua Impian Sudah Ada Di Dalam Diri Kita



"Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman."
( QS. Ali Imran 3:171 )

Betapa sering kita mengagumi berbagai hal di sekeliling kita. Kita mengagumi ciptaan Tuhan, seperti alam semesta dengan segala isinya: gunung-gunung, lautan, sungai, hutan, dan segala keindahan ciptaanNya yang menakjubkan. Kita juga bahkan mengagumi keindahan dan kecanggihan ciptaan manusia, seperti gedung-gedung tinggi, komputer, peralatan komunikasi, pesawat luar angkasa bahkan berbagai simbol kemewahan seperti: baju Ralph Laurent, sepatu Bally, pena Mont Blanc, dasi Giorgio Armani, dan berbagai jenis mobil mewah seperti Mercedez Benz, BMW, Jaguar, dan sebagainya.

Kita seringkali dibuat takjub oleh hal-hal yang berada di luar kita tersebut. Tetapi di sisi lain kita justru sering tidak menyadari dan tidak pernah mengucap syukur atas ciptaan Tuhan yang luar biasa dan yang merupakan maha karya (master piece) Tuhan yang paling sempurna (the ultimate creation) dari seluruh ciptaanNya yang lain, yaitu kita, manusia. Setiap kita adalah sangat berharga, bernilai tinggi, unik, dan sangat indah serta jauh lebih berharga dibandingkan apa pun di dunia ini.

Pernahkah kita menyadari bahwa tubuh kita terdiri atas 200 bentuk tulang yang berbeda yang terangkai dan tersusun secara sempurna; dibungkus dengan milyaran serat otot dan dikoordinasikan oleh jaringan syaraf yang panjangnya tidak kurang dari 10 kilometer. Jantung kita adalah sebuah pompa mekanik yang mengagumkan, yang berdenyut rata-rata 36 juta kali setiap tahunnya sepanjang hidup kita, tanpa pernah beristirahat. Sedangkan otak kita merupakan komputer canggih yang mengendalikan lebih dari seratus tugas (super multi tasking) secara bersamaan dalam sistem tubuh kita.

Pernahkah pula kita sadari bahwa setiap kita adalah unik dan setiap kita berbeda dibandingkan dengan orang lain. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang identik atau sama, bahkan saudara kembar identik pun tidak. Artinya sebagai ciptaan Tuhan yang paling sempurna, setiap kita juga memiliki kelebihan dan kekuatan yang berbeda satu sama lain. Keyakinan itulah yang harus mendasari setiap pergumulan dan upaya kita meraih hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

Pernahkah kita menyadari bahwa seorang tukang parkir yang berdiri di samping sebuah mobil Mercy S700, adalah jauh lebih mengagumkan dan luar biasa dibandingkan dengan mobil tersebut. Sang tukang parkir adalah ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa, sedangkan mobil mewah adalah ciptaan manusia; tetapi kita justru lebih mengagumi mobil tersebut dibandingkan seorang manusia yang tercipta dalam kesempurnaan ilahi.

Trilogi Keyakinan
Kita tidak akan pernah dapat mencapai hal-hal terbaik dalam kehidupan jika kita tidak terlebih dulu meyakini,
  • Pertama bahwa betapa kita adalah ciptaan yang sempurna dari Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta (God creates you).
  • Hal Kedua adalah meyakini bahwa Tuhan tinggal dalam diri kita (God resides in you). Seperti sejak semula pada waktu penciptaan manusia, Tuhan meniupkan napas kehidupan atau RohNya ke dalam diri manusia.
  • Keyakinan ketiga adalah bahwa kita diberi wewenang untuk menggunakan kuasa Tuhan sebagai co-creator atas setiap realitas kehidupan yang kita inginkan.

Ketiga keyakinan inilah yang kami gunakan sebagai dasar untuk meraih hal-hal terbaik dari setiap impian kita. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya kita dapat mewujudkan setiap keinginan, setiap impian kita menjadi realitas. Bagaimana caranya mendayagunakan setiap anugerah atau kekuatan yang kita miliki untuk mewujudkan impian atau keinginan tersebut.

Empat Anugerah Ilahi
Menurut Stephen Covey, ada empat anugerah Tuhan kepada manusia yang spesifik tidak dimiliki oleh ciptaanNya yang lain. Ke empat anugerah ilahi itulah yang membuat manusia unik dan memiliki daya untuk menjadi co-creator bagi kehidupannya. Anugerah tersebut adalah
  1. Pertama, kesadaran diri, yaitu kemampuan untuk berpikir tentang proses berpikir kita sendiri. Ini yang menjadi alasan mengapa manusia memiliki kekuasaan atas semua benda di dunia ini dan mengapa manusia dapat membuat kemajuan penting dari generasi ke generasi.
  2. Kedua adalah kita memiliki imajinasi, yaitu kemampuan untuk mencipta di dalam benak kita di luar realitas kita saat ini. 
  3. Ketiga kita mempunyai suara hati, yaitu kesadaran batin yang dalam tentang yang benar dan yang salah, tentang prinsip-prinsip yang mengatur perilaku kita, dan pengertian tentang tingkat di mana pikiran dan tindakan kita selaras dengan prinsip-prinsip tersebut. 
  4. Keempat kita memiliki kehendak bebas, yaitu kemampuan untuk bertindak berdasarkan kesadaran diri kita, bebas dari semua pengaruh lain.
Dengan keempat anugerah ilahi tersebut berarti sesungguhnya kapasitas manusia tidak terbatas. Hal ini karena kita memiliki semua hal yang diperlukan untuk mencipta (imajinasi) berdasarkan tuntunan atau panduan suara hati yang mewujud atas kesadaran diri dan terdorong oleh kehendak bebas dalam diri kita.

Kalau kita perhatikan sekeliling kita, semua benda ciptaan manusia, tidak ada satu pun yang tercipta tanpa terlebih dulu melalui proses imajinasi dan upaya yang tidak kenal lelah untuk mewujudkannya (kehendak bebas) dan berdasarkan tuntunan intuisi, ilham atau inspirasi. Artinya setiap kita juga memiliki kemampuan unik tersebut untuk mencipta dan mewujudkan setiap imajinasi atau gambaran mental yang ada dalam pikiran kita menjadi realitas fisik atau kenyataan.

Analogi Gunung Es dan Kekuatan Tersembunyi Kita
Setiap manusia pada dasarnya tidak menyadari kekuatan yang dimilikinya, sampai akhirnya pada suatu titik ketika beberapa orang yang sukses dapat menemukan rahasia tersebut dan menjadi dan atau memperoleh apa pun yang mereka impikan dan inginkan selama ini. Kekuatan tersebut adalah seperti bagian gunung es yang tidak kelihatan dan tersembunyi di bawah permukaan laut.

Apa yang kelihatan di permukaan adalah apa yang selama ini kita yakini tentang diri kita. Mungkin Anda adalah seorang yang merasa rendah diri karena wajah anda tidak terlalu menarik, atau suara anda gagap, atau secara fisik anda merasa kurang sempurna, anda tidak terlalu cerdas, kurang pergaulan, atau anda merasa bahwa status sosial anda berada pada lapisan bawah. Betapa banyak alasan yang akan kita pakai untuk meyakinkan diri sendiri bahwa kita tidak mampu untuk meraih semua impian atau hal-hal terbaik dalam kehidupan kita. Kita menggunakan berbagai alasan tersebut untuk menghibur diri atas ketidakmampuan kita. Sesungguhnya yang terjadi adalah kita tidak pernah mau mencoba untuk mendayagunakan seluruh potensi dan kekuatan kita sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna.

David J. Schwartz dalam bukunya The Magic of Thinking Big mengemukakan empat alasan atau dalih mengapa banyak orang tidak mencapai impian atau kesuksesan. Dalih tersebut antara lain adalah dalih kesehatan, dalih usia, dalih intelegensi dan dalih nasib. Ke empat hal itulah yang sering digunakan manusia untuk meyakinkan dirinya bahwa kesuksesan dan kehidupan yang luar biasa adalah bukan untuknya. Kita adalah sebatas pikiran kita. Pernyataan ini sangat tepat untuk menunjukkan bahwa apa pun jadinya kita, apa pun yang kita miliki semuanya tergantung dari apa yang kita pikirkan dan kita yakini.

Tujuh Kekuatan Utama Manusia
Dalam tuisan ini saya akan mencoba menguraikan tujuh kekuatan utama manusia (berdasarkan trilogi keyakinan dan anugerah ilahi yang kita miliki) yang jika digunakan dengan penuh keyakinan dan konsistensi akan membawa kita kepada kehidupan yang berkelimpahan.

1. Kekuatan Impian (The Power of Dreams)
Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)
Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)
Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)
Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)
Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)
Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi.

7. Kekuatan Kasih (The Power of Love)
Kasih dan kedamaian dalam diri akan muncul dari kerinduan yang terus-menerus untuk memasuki hadirat Tuhan melalui meditasi. Jika dalam berdoa dan penyembahan sesungguhnya kita sedang berbicara kepada Tuhan, sedangkan dalam meditasi kita justru berusaha mendengar dalam diam, keheningan dan kesendirian (stillness – silence and solitude). Ketika kita semakin cerdas secara spiritual, maka dalam batin kita muncul kedamaian diri (inner peace) yang akan mewujud dalam sikap rendah hati (humble) dan hati yang penuh kasih. Kekuatan inilah yang akan dapat mengubah bukan hanya kehidupan kita saja, tetapi juga mengubah kehidupan orang lain di sekitar kita, lingkungan tempat kita bekerja, komunitas di mana kita tinggal, juga bangsa dan bahkan umat manusia pada umumnya.

Ketujuh kekuatan utama ini merupakan kombinasi yang tidak boleh terpisah satu sama lain untuk membawa kita kepada kehidupan yang berkelimpahan. Kelimpahan di sini adalah tidak semata-mata ukuran material (kemakmuran) semata, tetapi termasuk kebahagiaan, sukacita, damai sejahtera, rasa aman, kesehatan, persahabatan, kedamaian dan peranan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.

Akhirnya saya ingin menutup tulisan ini dengan sebuah ungkapan yang ditulis oleh seorang penulis Amerika keturunan Cina, Lim How dalam bukunya Stronger Heart Wiser Mind, yang mengatakan bahwa:
No one is born to lose. Everyone is born to win. And the biggest difference that separates the one from the other is the willingness to learn, to change, and to grow.
Renungan ini tidak akan banyak berarti dan tidak akan pernah dapat menginspirasi kita untuk mencapai hal-hal terbaik dalam kehidupan kita, mencapai kehidupan berkelimpahan, jika setiap kita yang membacanya tidak memiliki kemauan dan hasrat untuk belajar, untuk berubah dan bertumbuh. Doa saya kepada Tuhan adalah kiranya kita semua diberi hati yang terbuka dan keyakinan yang kokoh bahwa kita dan setiap orang yang kita cintai layak memperoleh kehidupan yang berkelimpahan, layak mendapatkan hal-hal terbaik (pendidikan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan materi, kebahagiaan lahir dan batin) dalam kehidupan mereka.

Oleh ARIBOWO PRIJOSAKSONO
Sumber : www.sinarharapan.co.id

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? "(Qs. Ar Rahmaan :18 )

Wallahu a’lam bish-shawabi


Read More Add your Comment 0 komentar


Just Give Me A Reason

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info
 

About Me

Our Partners

© 2015 IchiroDekiill Official Blogg All Rights Reserved Thesis WordPress Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors.info